>>>>Buah yang manis
Apabila seorang hambah telah menyadari perhatian dan cinta Tuhan kepadanya,kemudian kesadaran tersebut mampu menguasai perasaannya,maka akan tercermin pula perasaan serupa dari sang hamba tersebut,yaitu semakin bertambah rasa cinta dan rindunya kepada Allah swt.
Ketika rasa cinta telah memenuhi ruang hati, maka tak diragukan lagi ia akan dapat menghasilkan buah yang penuh mamfaat, yang kemudian akan nampak dalam perilaku dan perbuatan seorang hamba. Tentu buah tersebut sulit didapatkan dari pohon mana pun selain dari pohon cinta.Oleh sebab itu, rasa cinta yang hakiki akan memunculkan beberapa makna kehambaan dari dalam hati yang tidak dapat dimunculkan oleh perasaan lainnya.
Ibnu Taimiyyah mengatakan,
"siapa yang tidak suka terhadap sesuatu, maka dia pasti tidak mungkin mau mendekatinya, sebab dengan mendekatinya, berarti, dia telah menempuh sarana atau perantara untuk mencinainya. sedangkan dengan mencintai perantara itu, berarti dia telah mencintai yang dituju."
"siapa yang tidak suka terhadap sesuatu, maka dia pasti tidak mungkin mau mendekatinya, sebab dengan mendekatinya, berarti, dia telah menempuh sarana atau perantara untuk mencinainya. sedangkan dengan mencintai perantara itu, berarti dia telah mencintai yang dituju."
Apabila rasa cinta merupakan unsur utama pada setiap amalan agama, maka khauf serta raja maupun yang lain juga harus juga diiringi dengan rasa cinta dan berlandaskan cinta. sudah menjadi tabiat orang yang berharap dan tamak, bahwasanya dia hanya akan berharap kepada sesuatu yang dicintainya dan bukan kepada sesuatu yang dibencinya.begitu juga dengan tabiat orang yang khauf (takut kepada Allah),karena dia akan meninggalkan semua yang ditakutinya hanya karena ingin mendapatkan cinta dari sang pencipta. Hal ini seperti yang telah disinggung dalam firman Allah swt,
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-nya dan takut akan azabnya.
(al-isra" (17):57).
Maka dari itu, kedua umat yang ada sebelum kita (Yahudi dan nasrani) telah sepakat dengan keterangan dan ketetapan yang datang dari nabi Musa dan nabi Isa, yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya pesan adalah hendaknya kamu mencintai Allah dengan sepenuh hati, akal, dan tujuanmu.Inilah hakikat yang sebenarnya dari ajaran Ibrahim yang menjadi pokok dari ajaran Taurut, Injil, dan al-Qur'an.
Oleh sebab itu, saya mengajak diri saya sendiri, juga kepada anda sekalian wahai saudaraku, untuk lebih memprhatikan betapa pentingnya menanam benih-benih cinta kepada Allah di dalam hati dan menguatkannya dengan mengerjakan amal-amal saleh, sehingga Allah lebih kita cintai melebihi yang lain. Allah swt berfirman,
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.
(al-Baqarah (2); 165).
Apabila kita mau merealisasikan semua itu, maka tidak mustahil kita akan dapat memetik buah yang manis dihadapan kita dengan tanpa susah payah. amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar